BerandaAnunnaki: Antara Mitos dan Tafsir Modern
Teka-teki

Anunnaki: Antara Mitos dan Tafsir Modern

16 Juli 2026ยท10 menit bacaยทRedaksi Sydas Sector

Dari Lempeng Tanah Liat

Nama Anunnaki berasal dari peradaban Sumeria kuno di Mesopotamia, lebih dari 4.000 tahun silam. Dalam ribuan lempeng tanah liat bertuliskan aksara paku, kata ini merujuk pada sekelompok dewa โ€” secara harfiah kira-kira berarti mereka yang berasal dari Anu, sang dewa langit.

Bagi masyarakat Sumeria, Anunnaki adalah bagian dari sistem kepercayaan yang menjelaskan asal-usul dunia, hukum, dan kekuasaan raja.

Piringan bersayap, motif kuno yang kerap dikaitkan dengan kisah Anunnaki.
Piringan bersayap, motif kuno yang kerap dikaitkan dengan kisah Anunnaki.

Siapa Mereka dalam Mitologi Sumeria

Dalam mitologi Mesopotamia, dewa-dewa seperti Anu, Enlil, dan Enki menempati puncak hierarki. Kisah seperti Enuma Elish dan Epos Gilgamesh menggambarkan mereka menciptakan manusia untuk meringankan pekerjaan para dewa. Ini adalah narasi religius โ€” sejenis dengan mitologi Yunani atau Mesir โ€” yang dipelajari sejarawan sebagai jendela ke cara berpikir manusia kuno.

Tafsir Modern

Pada akhir abad ke-20, penulis Zecharia Sitchin mempopulerkan tafsir yang jauh berbeda: bahwa Anunnaki adalah makhluk dari planet bernama Nibiru yang datang ke Bumi untuk menambang emas. Gagasan ini menyebar luas lewat buku dan tayangan populer.

Namun perlu ditegaskan: para ahli bahasa Sumeria dan astronom secara luas menolak tafsir tersebut. Tidak ada bukti keberadaan planet Nibiru, dan terjemahan Sitchin dinilai keliru oleh mayoritas akademisi.

Membaca mitos kuno tidak harus mempercayainya secara harfiah โ€” cukup memahaminya sebagai warisan pemikiran manusia.

Antara Skeptisisme dan Imajinasi

Kisah Anunnaki tetap memikat karena menyentuh pertanyaan tertua: dari mana kita berasal? Menikmati cerita ini sah-sah saja, selama kita membedakan antara mitologi, spekulasi populer, dan bukti ilmiah. Di situlah letak nilainya โ€” bukan sebagai sejarah tersembunyi, melainkan sebagai cermin rasa ingin tahu manusia yang tak pernah padam.

Baca juga

Versi interaktif: buka di aplikasi.